Jangan buang komputer tua yang Anda miliki
Table of Contents
Beberapa
bulan yang lalu saya membantu Migrasi Sistem Operasi pada Komputer
di salah satu sekolahan, pada saat melakukan survei (pendataan)
komputer yang ada di gudang, saya banyak menemukan "Komputer
Prihatin" yang sebagian besar masih bisa nyala namun sudah tidak
mampu menjalankan Sistem Operasi dan Aplikasi masa kini yang
perkembangannya sangat cepat.
Karena
dana yang tersedia untuk membangun Lab. Komputer di sekolah tersebut
sangat terbatas, maka salah satu solusinya adalah memberdayakan
kembali komputer-komputer prihatin tersebut agar bisa digunakan
kembali, maka saya usulkan untuk menerapkan sistem LTSP.
Apa
Itu LTSP?
- LSTP singkatan dari Linux Terminal Server Project, LTSP merupakan sebuah proyek atau aplikasi untuk membuat terminal server di Linux.
- Dengan aplikasi LTSP tersebut maka client diskless dapat mengakses server Linux dan menjalankan berbagai aplikasi yang berjalan di atasnya.
- Maksudnya: Satu server LTSP digunakan oleh client tanpa perlu harddisk, jadi client menjalankan OS atau Aplikasi yang ada di server, client cukup butuh support LAN Boot.
- Komputer tua sekelas 486 dan Pentium I dengan RAM 16 MB keatas, dapat digunakan untuk menjalankan distro linux terbaru lengkap dengan berbagai aplikasinya.
Sumber:
http://www.ltsp.org/
![]() |
| Contoh diagram LTSP pada distro BlankOn |
Spesifikasi
server
- Penggunaan memori pada server mengacu pada formula 256 MB (minimal per-client) ditambah ram yang digunakan untuk server (512 MB)
- Sebagai Contoh: kita menggunakan 6 buah client, sehingga jumlah memori yang dibutuhkan server adalah sebesar 256x6=1536 MB (untuk client), ditambah 512 MB untuk server itu sendiri, jadi jumlah RAM yang harus disediakan adalah 2048 MB (2 GB)
Spesifikasi
Client
- Pocessor yang digunakan client minimal 180 MHz (disarankan 300 MHz ke atas)
- Memori yang digunakan minimal 16 MB (disarankan 32 MB ke atas)
- Video Card yang digunakan minimal 16 MB (disarankan 32 MB ke atas)
- LAN Card yang sudah mendukung Boot PXE, jika komputer belum mendukung Boot lewat LAN bisa menggunakan Boot Room CD (http://rom-o-matic.net/)
Kebutuhan
Lain
- DHCP
- Kabel UTP
- Kepala RJ45
- CD ROM
Keuntungan
Menggunakan LTSP
- Memanfaatkan kembali komputer tua yang sudah jarang dipakai.
- Sekali install Aplikasi di Server semua client otomatis sudah terpasang aplikasi tersebut sehingga lebih mudah mengatur dan mengontrol Client (siswa)
Catatan
Dalam perkembangannya saat ini, LTSP dapat diset secara berimbang antara server dan client, kita bisa menentukan aplikasi-aplikasi apa yang jalan di client tanpa membebani server (menggunakan ltsp-localapps), hal ini sangat sesuai bila kita memiliki client dengan spek komputer yang tinggi.
Setelah
sedikit memahami apa itu sistem LTSP, sangat tidak maksimal jika
untuk memonitor kegiatan siswa masih memakai cara manual (bolak-balik
dari meja siswa satu ke siswa lainnya), untuk mempermudah dalam
memonitor siswa (client) dibutuhkan satu aplikasi yang mudah
digunakan oleh seorang guru, dalam hal ini aplikasi yang digunakan
adalah iTALC.
Apa
itu iTACL?
- iTalc adalah Aplikasi yang digunakan untuk memonitor komputer dalam jaringan.
- Aplikasi ini fungsinya untuk melihat dan mengontrol komputer Client dalam jaringan melalui komputer server.
- Aplikasi ini dapat digunakan pada Linux dan Windows, bahkan dapat digunakan pada Sistem Operasi campuran.
Sumber;
http://italc.sourceforge.net/
![]() |
| Contoh Tampilan iTACL pada Server |
Keuntungan Menggunakan iTALC
- Lebih mudah dalam mengatur dan mengontrol kegiatan client (siswa), sehingga lebih mudah dalam melakukan pengajaran.
Demikian
Tulisan singkat saya mengenai LTSP dan iTALC sebagai aplikasi yang
sangat mudah untuk di implementasikan pada Komputer tua yang
berserakan di Gudang agar bisa
di gunakan kembali, walau sekarang jaman Cloud Computing tapi sistem
ini masih sangat layak digunakan.
Sampai jumpa pada tulisan saya
berikutnya yang mengulas cara Intallasi Aplikasi LTSP dan iTACL.






Mas, numpang promosi, ya? Semoga bermanfaat. Terima kasih :)
www.essenaquatic.com